Venue : Jakarta
Hari/Tanggal : 30/November/2015 - 30/November/2015
Salah satu tantangan seorang koki atau mereka yang memiliki usaha di bidang katering adalah harus memasak dalam jumlah yang besar, namun tetap menyajikan rasa yang enak dan konsisten setiap saat. Hal itu dikatakan koki Vindex Tengker.
"Yang dimaksud konsisten adalah, makanan yang dibuat harus punya rasa yang sama setiap saat. Saya pernah makan di restoran, rasanya enak. Tapi jadi kecewa karena waktu balik lagi ke restoran itu, rasanya beda. Tidak seenak pertama kali makan," kata dia saat dijumpai di Plaza Selatan Senayan, Rabu (25/11/2015).
Selama ini, rasa masakan yang tidak konsisten kerap kali ditemukan pada hidangan ayam. Racikan bumbu yang tidak sesuai atau masakan yang belum diungkep dengan sempurna akan memengaruhi rasa ayam.
"Tingkat tantangan pun lebih tinggi ketika juru masak utama berhalangan hadir," tambah mantan juri Masterchef Indonesia itu.
Di tengah tingginya persaingan di bisnis kuliner, para juru masak membutuhkan solusi untuk membantu operasional dapur menjadi efisien tanpa mengorbankan citarasa atau ciri khas masakan. Vindex mengatakan, hadirnya bumbu masak instan menjadi penolong bagi para juru masak.
"Dengan bumbu instan, rasa masakan yang dibuat menjadi konsisten. Selain itu, para chef tidak harus buang-buang waktu untuk mengolah bumbu. Taruhlah menyiapkan bumbu sendiri memakan waktu dua jam, kalau pakai bumbu instan, waktu tersebut bisa digunakan untuk membuat makanan yang lain," tukas dia.
Unilever Food Solutions menghadirkan Royco bumbu dasar ayam kuning untuk membantu para operator kuliner menghemat waktu, tenaga, serta biaya saat persiapan pembuatan bumbu dasar masakan.
Menggandeng empat chef ternama Indonesia, yakni Vindex Tengker, Sisca Soewitomo, Widhi Joestiarto dan chef Muto, Unilever menggelar memasak cepat 10 ribu potong ayam dengan Royco bumbu ayam kuning untuk memberi inspirasi kepada para operator kuliner dan memecahkan rekor MURI.
"Penggunaan royco bumbu dasar ayam kuning masih bisa dipadukan dengan bumbu lainnya sebagai kreasi hidangan," kata Thomas Agus Pamudji selaku Managing Director Unilever Food Solutions.
"Yang dimaksud konsisten adalah, makanan yang dibuat harus punya rasa yang sama setiap saat. Saya pernah makan di restoran, rasanya enak. Tapi jadi kecewa karena waktu balik lagi ke restoran itu, rasanya beda. Tidak seenak pertama kali makan," kata dia saat dijumpai di Plaza Selatan Senayan, Rabu (25/11/2015).
Selama ini, rasa masakan yang tidak konsisten kerap kali ditemukan pada hidangan ayam. Racikan bumbu yang tidak sesuai atau masakan yang belum diungkep dengan sempurna akan memengaruhi rasa ayam.
"Tingkat tantangan pun lebih tinggi ketika juru masak utama berhalangan hadir," tambah mantan juri Masterchef Indonesia itu.
Di tengah tingginya persaingan di bisnis kuliner, para juru masak membutuhkan solusi untuk membantu operasional dapur menjadi efisien tanpa mengorbankan citarasa atau ciri khas masakan. Vindex mengatakan, hadirnya bumbu masak instan menjadi penolong bagi para juru masak.
"Dengan bumbu instan, rasa masakan yang dibuat menjadi konsisten. Selain itu, para chef tidak harus buang-buang waktu untuk mengolah bumbu. Taruhlah menyiapkan bumbu sendiri memakan waktu dua jam, kalau pakai bumbu instan, waktu tersebut bisa digunakan untuk membuat makanan yang lain," tukas dia.
Unilever Food Solutions menghadirkan Royco bumbu dasar ayam kuning untuk membantu para operator kuliner menghemat waktu, tenaga, serta biaya saat persiapan pembuatan bumbu dasar masakan.
Menggandeng empat chef ternama Indonesia, yakni Vindex Tengker, Sisca Soewitomo, Widhi Joestiarto dan chef Muto, Unilever menggelar memasak cepat 10 ribu potong ayam dengan Royco bumbu ayam kuning untuk memberi inspirasi kepada para operator kuliner dan memecahkan rekor MURI.
"Penggunaan royco bumbu dasar ayam kuning masih bisa dipadukan dengan bumbu lainnya sebagai kreasi hidangan," kata Thomas Agus Pamudji selaku Managing Director Unilever Food Solutions.

Posting Komentar